Sabtu, 13 November 2010

Radius Daerah Bahaya Merapi Diubah

Radius Daerah Bahaya Merapi Diubah
Liputan6.com, Jakarta: Radius wilayah bahaya ancaman Gunung Merapi di sejumlah daerah yang semula 20 kilometer, kecuali untuk Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diubah oleh pemerintah.
Staf Khusus Presiden bidang Bencana, Andi Arief, dalam akun Twitter-nya, Ahad (14/11) menyebutkan, untuk daerah Boyolali diubah menjadi 10 kilometer, Magelang menjadi 15 kilometer, dan Klaten menjadi 10 kilometer. Sedangkan untuk Sleman tetap pada 20 kilometer.
Andi menjelaskan, salah satu pertimbangan perubahan radius untuk tiga kabupaten di Jawa Tengah tersebut, melihat dari fakta pergerakan awan panas Gunung Merapi selama ini, yakni di Magelang melalui Kali Bebeng mencapai 11,5 kilometer, Boyolali melalui Kali Apu mencapai empat kilometer, dan Klaten melalui Kali Woro mencapai tujuh kilometer. "Sleman melalui Kali Gendol 14 kilometer," katanya.
Sebelumnya dilaporkan, intensitas erupsi Gunung Merapi berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral pada Sabtu pukul 24.00 WIB (dini hari) hingga pukul 07.00 WIB, masih tinggi sehingga masyarakat diminta tetap waspada.
Hasil pemantauan kegempaan menunjukkan sepanjang Sabtu dini hari telah terjadi tujuh kali gempa vulkanik, tremor beruntun, 11 guguran, dan sekali gempa tektonik, sedangkan awan panas tidak terjadi pada pukul 24.00 WIB hingga 07.00 WIB .
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi ESDM Surono mengatakan pemantauan mudah dilakukan karena cuaca cerah sejak Sabtu dini hari hingga pagi .
"Dari pos Ketep dapat diamati asap sepanjang waktu dengan tinggi maksimal 1.200 meter berwarna putih kecokelatan dengan intensitas pekat condong ke selatan hingga barat daya.
Ia mengatakan dari CCTV Deles tampak api diam pada pukul 01.16 WIB, sedangkan endapan lahar yang menumpuk di puncak Gunung Merapi berwarna cokelat keruh membawa material telah mengaliri sungai-sungai yang berhulu di Puncak Gunung Merapi.
Aliran lahar tampak berwarna cokelat keruh membawa material sedimen tanpa membawa material batuan maupun kayu/pohon di Jembatan Pogunglor aliran air sungai setinggi 2 meter. "Di Dusun Lempungsari Desa Plemburan, masyarakat melakukan evakuasi mandiri sebanyak 22 kepala keluarga mengungsi. Di jembatan Sayidan, aliran air sungai setinggi 0,5 meter," katanya. (Ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar